Jika masih belajar menulis, teori tak terlalu penting - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Friday, February 26, 2016

Jika masih belajar menulis, teori tak terlalu penting





Banyak yang mulai belajar menulis dengan membaca buku teori. Teori menulis cerpen, teori menulis artikel ilmiah, dan lain-lain. Teori-teori itu penting, namun sebenarnya tak terlalu penting untuk yang baru pertama kali belajar menulis. Sebaiknya, jika anda masih tahap awal belajar menulis, jauhi dulu teori-teori itu. Kenapa?

Kita ibaratkan sebuah bengkel. Montir memperbiki kendaraan jika ada kerusakan. Anda ibaratkan teori menulis itu seperti montir. Artinya, jika anda ingin menulis cerpen, tulislah dulu, kalau perlu bikin lebih dari satu cerpen. Tentu saja, sebelum anda menulis cerpen, anda harus membaca cerpen dari penulis kawakan agar memiliki bayangan bagaimana menulis cerpen.

Setelah selesai menulis, anda buka teori-teori itu. Disana anda akan mendapati beberapa istilah seperti alur, penokohan, setting, dan sebagainya. Sehingga teori yang anda pelajari itu akan berfungsi untuk memperbaiki cerpen yang anda buat. Seperti montir yang memperbaiki kendaraan yang rusak.

Selama ini, banyak yang belajar menulis diawali dengan membaca teori, namun justru deadlock karena banyak istilah yang dia tidak ketahui dari teori tersebut. Akhirnya dia menyerah dan mengatakan jika belajar menulis itu sulit. Padahal bukannya sulit, hanya salah metode saja. Padahal, menulis itu sendiri tidak sesulit teori. Teori kadang lebih susah.

Karena teori itu muncul dari sebuah karya. Bukan sebaliknya. Kalau ada pertanyaan lebih dahulu mana karya tulis sama teori menulis? Tentu lebih dulu ada karya tulis. Karya tulis yang ada itulah yang kemudian di-teorikan. Jadi jelas, jika ingin menulis, dahulukan membuat karya tulisnya, bukan membaca teori menulisnya. Semoga bermanfaat.

No comments:

Pages