Sosial media, dan tumbuh suburnya generasi yang suka pamer - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Wednesday, February 24, 2016

Sosial media, dan tumbuh suburnya generasi yang suka pamer





Sosial media memang menjadi media yang efektif untuk menghubungkan banyak orang. Ketika terhubung dengan banyak orang tersebut, memungkinkan untuk berinteraksi, atau sekedar berbagai banyak hal. Misalkan foto, video, tulisan, hingga barang-barang jualan. Namun tidak bisa dipungkiri, sebagaimana di kehidupan nyata, ada orang-orang yang suka pamer. Di sosial media pun juga begitu, bahkan jumlah bisa lebih banyak.

Ada banyak hal yang di pamerkan. Bagi yang punya wajah cantik, maka dia akan sering selfie dan menunjukkan kulitnya yang putih, bibirnya yang seksi, atau rambutnya yang tergerai panjang karena perawatan yang mahal. Bagi lelaki, biasanya memamerkan tubuhnya. Dia memotret tubuh bagusnya dari perut sampai leher. Misalkan, selepas gym, olahrga, dan renang.

Selain itu, yang dipamerkan biasanya adalah barang-barang mahal yang dia miliki. Seperti, memotret tas, jam tangan seharga jutaan rupiah. Foto di depan mobil mewahnya. Foto pas berada di restoran dan food court mahal dan menunjukkan makanan yang hendak ia santap. Foto ketika jalan-jalan di tempat yang mahal, misalkan jalan-jalan keluar negeri dan lain sebagainya.

Memamerkan semua itu memang tidak salah, apalagi jika memang itu miliknya sendiri. Memang ada tipe-tipe manusia yang ingin eksistensinya terlihat. Ingin orang lain tahu kalau dia bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan orang lain, memiliki barang-barang yang tidak dimiliki orang lain. Tipe seperti ini memang haus akan pujian.

Yang lebih bermasalah adalah orang yang memamerkan sesuatu yang bukan miliknya sendiri. Misalkan, ketika dia lewat parkiran, lalu ada mobil bagus dan kebetulan pemiliknya tidak berada di sekitar, lalu foto selfie dan mengaku jika itu mobilnya. Bisa juga orang yang menggunakan foto orang lain yang lebih cantik dan lebih tampan darinya, lalu dia mengaku bahwa itu fotonya.

Kalau orang kaya yang suka pamer diatas ingin eksistensi diakui dan mendapatkan pujian, maka tipe yang suka pamer namun bukan dirinya sendiri dan bukan miliknya sendiri, sebenarnya adalah tipe yang patut dikasihani. Alih-alih mendapatkan pujian, justru orang menjadi kurang respect. []

No comments:

Pages