Haji Fachroddin, (ketua pertama bagian Tabligh PP Muhammadiyah) - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Monday, October 3, 2016

Haji Fachroddin, (ketua pertama bagian Tabligh PP Muhammadiyah)

Mengenal Haji Fahrodin 
(ketua  Hoofdbestuur/ Pimpinan pusat Muhammadiyah bagian Tabligh yang Pertama).

Haji fahroddin


Inilah perjalanan hidup Haji Fachrodin 

(1890). Lahir Mohammad Djazoeli yang kelak di panggil Haji Fachrodin. Bapaknya adalah Haji Hasyim Ismail Lurah kraton Yogyakarta.

(1897). Terjadi peristiwa pembetulan arah kiblat Masjid Gede Kauman Yogyakarta dan perobohan langgar KH. Ahmad Dahlan.

(1900) J.H Abendanon mengubah tiga Hoofnscholen/ sekolah para kepala di Bandung, Magelang dan Probolinggo menjadi Opleidingscholen voor Inlandsche Ambtensren (OSVIA)

(1902). J.H. Abendanon mengambil alih sekolah Dokter Jawa di Wektevreden (sekarang RSPAD Gatot Subroto) dan mengubahnya menjadi School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA)

(1905-1907) Moehammad Djazoeli naik haji pertama kali, sekembalinya di Tanah air namanya menjadi HAJI FACHRODIN. Di tahun yang sama Tirto adhi soeryo menerbitkan mingguan Medan-Prijaji di Batavia.

(1908). Lahir organisasi Boedi Oetomo di kampus stovia atas prakarsa Wahidin Soediro husodo.

(1909). Raden Mas Tirto adhi soerjo mendirikan Sarekat Dagang Islamiah di Batavia. di tahun yang sama terbit surat kabar Poetri-Hindia.

(1910). Tirto Adhi Soerjo mendirikan Sarekat Dagang Islamiah di Buitenzorg (Bogor).

(1912). Raden Sosrosugondo merancang dan menulis Anggaran Dasar Muhammadiyah dalam dua bahasa : Melayu dan Belanda. Di tahun yang sama Haji Fachrodin mengawali karir dengan menjadi anggota Boedi Oetomo cabang Yogyakarta. di Tahun ini pula Muhammadiyah mengajukan Rechspersoon kepada pemerintah kolonial Belanda lewat bantuan para pengurus Boedi Oetomo cab. Yogyakarta.

(1913). Sarekat Islam Cab. Yogyakarta dibentuk dengan menempatkan KH. Ahmad Dahlan sebagai ketua dan Haji Abdullah siraj sebagai sekretaris. Haji Fachrodin sebagai anggota.

(1914). Mas Marco kartodikromo menerbitkan Doenia Bergerak dan mendirikan Indlandsche Journalisten Bond (IJB), pada waktu itu Haji Fachrodin menjadi kontributor Doenia Bergerak untuk wilayah Yogyakarta dan menjadi anggota IJB. Pada Tahun 1914 ini pula J.F.M Sneevlit mendirikan Indische Sociaal Democratisch Vereeninging (ISDV) dan Haji Fachrodin menjadi pengurus ISDV Cab. Yogyakarta. Pada tahun yang sama KH. Ahmad Dahlan bergabung dalam jajaran struktur Centraal Sarekat Islam ( CSI) sebagai adviseur/ penasehat.

(1915). Haji Fachrodin dipercaya menjadi Hoofdredacteur Soewara Muhammadijah (SM). Di tahun ini Haji Fachrodin bergabung dalam penerbitan surat kabar Medan-Moeslimin di bawah pimpinan Haji Misbach (haji Merah) di Solo.

(1916). Haji Fachrodin masuk jajaran struktur Hoofdbestuur Muhammadijah sebagai sekretaris.

(1918). Berdiri pengajian Sopo Tresno. Di tahun ini Kepemimpinan SI Cab. Yogyakarta diambil alih oleh Soerjopranoto (ketua) dan Haji Fachrodin (Wakil Ketua).

(1919) Haji Fachrodin menerbitkan surat kabar Srie Diponegoro. Haji Fachrodin masuk dalam jajaran struktural CSI sebagai Commisaris.

(1920). Muhammadijah menggelar Lagemeene vergadering di sebuah pendopo tempat pengajian yang diselenggarakan oleh murid murid Kh. Ahmad Dahlan membentuk bagian Tabligh, Sekolahan, PKO dan Taman Pustaka. Haji Fachrodin menjadi ketua pertama Bagian Tabligh HB. Muhammadiyah. bersamaan pula ditahun 1920 Haji Fachfodin menjabat sebagai Penningmeester/bendahara CSI. 

Akibat kelantangan menyuarakan anti kapitalisme dan kolonialisme Haji Fachrodin keluar masuk penjara (delik pres). Bersama kawan kawan di CSI, Haji Fachdodin merintis Pembrita. Bersama Haji Agus Salim, Haji Fachrodin merintis Bendera-Islam.

(1921). Haji Fachrodin menjadi salah satu wakil dari Muhammadiyah dalam acara Konggres al-islam. Haji Fachrodin menyelidiki kondisi perjalanan jamaah haji dari tanah air atas rekom dari HB. Muhammadiyah. Bersama Kh. Ahmad Dahlan, Haji Fachrodin menghadiri kegiatan di Kediri, Surabaya, Semarang, Pekalongan, dan Batang. 

(1922). Haji Fachfodin memimpin kembali penerbitan Soewara Muhammadijah. Di tahun ini Bagian tabligh Muhammadiyah mendapat sumbangan dana dari Comite Tentara Kandjeng Nabi Moehammad (TKNM) sebesar f. 100. Di yang sama Haji Fachrodin selaku Ketua Bagian Tablig Muhammadiyah berhasil mendirikan Da'watuddin -school.

(1923). Bersama M.A Hamid, H.M Sjudjak, M. Soemodirdjo, M . Moechtad Boecari dan Harsoloemekso, Haji Fachrodin merintis Bintang-Islam. Pada tanggal 23 feb 1923 KH. Ahmad Dahlan wafat. Haji Fachrodin terpilih sebagai Vice Voorzitter 1 (wakil ketua 1) mendampingi KH. Ibrahim. Pada tahun ini Muhammadiyah membangun langgar perempuan pertama di Kauman. Ketika Haji Abdul Mu'thi terkena delik pres di Madiun, Haji Fachrodin hadir sebagai pembela.

(1924). Haji fachrodin memegang kembali jabaan Vice Voorzitter 1 HB. Muhammadiyah. Haji Fachrodin berhasil melakukan wawancara khusus dengan tokoh Mirza Wali Ahmad Beg. Haji Fachrodin menjadi delegasi umat islam Hindia Timur menghadiri Konggres khilafah Islam di mesir, bersama Sorjopranoto dan KH. Abdul wahab

(1925). Haji Fachrodin menjadi redaktur Tjamboek.

(1926). Terbit perdana majalah perempuan Soeara Aisjijah. Di tahun ini pula Konggres Sarekat Islam (SI) mengubah organisasi menjadi Partai Sarekat Islam (PSI) dan mengeluarkan kebijakan disiplin partai. Dengan Dikeluarkannya kebijakan tersebut maka Haji Fachrodin mengatakan keluar dari PSI dan memilih berkhidmat di Muhammadiyah. 

(1927). Haji Fachrodin menghadiri undangan Tabligh dan merintis cabang Muhammadiyah di Padang Panjang, Maninjau, Simabur dan Krakasan.

(1929). Haji Fachfodin menghembuskan nafas terakhirnya setelah dirawat di FS PKO Muhammadiyah Yogyakarta, tepatnga pada tanggal 27 februari 1929.

(1964). Melalui surat keputusan Presiden Republik Indonesia no 162 tahun 1964 Haji Fachrodin dah KH. Mas Mansur di anugerahi gelar Pahlawan Nasional


untuk lebih lengkapnya, silahkan membaca buku dibawah ini:




____________________

Data diambil dari buku "Benteng Muhammadiyah" karya Muarif.
terbitan suara muhammadiyah





No comments:

Pages