Pak AR berpantun, (bagian kelima) - Srengenge Online

Breaking

follow

41


Ketik tulisan yang anda cari disini

Baca Juga

Thursday, October 20, 2016

Pak AR berpantun, (bagian kelima)

PANTUN MUSLIM MUHAMMADY
(bagian keenam)

Oleh : Pak AR



SALAT LIMA WAKTU (2 habis)

Sebelum sesudah jama’ah fardhlu
Ada salat rowatib yang dapat ditiru
Rasulullah berbuat secara tertentu
Bagi yang mengerjakan harus meniru

Sebelum Subuh dua raka’at
Sesudahnya nabi tidak berbuat
Lain sebelum sesudah dhuhur
Nabi biasa rowatib teratur

Sering kali empat raka’at
Biasa juga dua raka’at
Kadang di masjid sering dirumah
Begitu nabi salat ibadah

Sebelum ashar dua raka’at
Termasuk yang dua belas raka’at
Sehari semalam dikerjakannya
Nabi sangat menyukainya

Lain lagi sesudah Ashar
Nabi tidak pernah bersalat sunat
Kecuali ada sebab masyru-‘at
Salat janazah, kusuf syamsi walqomar

Dua raka’at sebelum magrib ringan
Sesudah maghribpun dibiasakan
Sesudah Isyak nabi juga biasa
Sering dua raka’at saja

Mungkin dapat masuk dijumlahkan
Karena nabi selalu mengerjakan
Empat raka’at sudah salat Jum’at
Atau dua sesudah dirumah

Itulah rawatib yang disunnahkan
Bersumber hadits yang yang menceritakan
Yang oleh nabi selalu di’amalkan
Tentu saja yang patut kita tirukan

Ada lagi sunat wudlu
Menurut hadist sahabat Bilal dulu
Rasulullah membenrrkannya
Kita boleh menurutkannya

Kalau salat tahiyyatul masjid
Dua raka’at juga dikerjkan
Setiap kita masuk dimasjid
Waktu apapun kita lakukan

Bila berjum’at kita niyatkan
Kedalam masjid kitalah masuk
Sedangkan khutbah belum diperdengarkan
Silahkan salat sunat yang khusuk

Dua raka’at sesudah salam
Tambah dua raka’at lagi
Asal belum khutbah sang imam
Masih dapat ditambah lagi

Begitulah nabi anjurkan
Sebelum salat jum’at dilakukan
Salat sunat harap dijalankan
Sebanyak mungkin dapat diamalkan

Ada lagi yang rasul selalu tekuni
Salatul lail dimalam yang sunyi sepi
Seusai salat isyak nabi amalkan
Bermacam ragam nabi amalkan

Raka’at tetap hanya slalu sebelas
Ada kalanya menjadi tigabelas
Bila ditambah dengan salat iftitah
Tanpa surat hanya membaca fatehah

Raka’at ganjil jadi bernama witir
Ditengah malam kita sesudah nglilir
Salat ganjil biasa dijalankannya
Ganti salat tahajud namanya

Bila salat malam romadlon
Sebelas raka’at dijama’ahkan
Tempat dimasjid khusyuk syiarkan
Menjadi salat taraweh namanya

Qiyam romadlon di jaman nabi
Sebelas raka’at hitungan teliti
Empat-empat raka’at tenang
Tambahnya tiga menjadi terang

Waktu salat tiga raka’at
Menjadi penutup salat witirnya
Surat Al- A’la baca mulanya
Kafirun ikhlas diakhirkannya

Siti Aisyah menerangkannya
Nabi begiru salat tarwehnya
Panjang lama jangan ditanya
Lama berdiri ruku’ sujudnya

Nabi bertarweh dimalam sunyi
Tanpa aba-aba tanpa berbunyi
Tarweh berlaku hati memuji
Khusuk semua nyembah illahi

Tahajud Nabi tinggal tak pernah
Walau nabi sedang musafir
Terpaksanya nabi diwaktu lemah
Satu raka’at untuk berdzikir

Memang satu raka’at sekali waktu
Nabi kerjakan secara tentu
Karena waktu subuh mendekati
Pokoknya nabi tetap berbakti


bersambung ....

_________ oo ________

Pak AR  adalah Ulama dari Yogyakarta

___________________

Khabib M Ajiwidodo



No comments:

loading...

Pages