Sumpit - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Siapakah Paslon Pilgub Jatim Pilihan Anda?

Tuesday, January 24, 2017

Sumpit





Sejak dahulu aku takjub dengan orang-orang asia timur yang masih menggunakan sumpit untuk makan. Tidak hanya mie, namun juga nasi. Bagaimana bisa anak kecil sudah sebegitu lihainya makan dengan sumpit. Aku beberapa kali mencobanya saat makan pangsit. Namun tetap belum bisa kalau harus makan nasi dengan sumpit.

Tentu ini lebih dari sekedar sumpitnya, tapi tradisi yang sudah lama mengakar dan terus dilestarikan, meskipun sudah ada sendok, garpu, dan pisau yang mungkin lebih mudah, apalagi jika makan daging.

Daratan asia timur memang terkenal dalam hal menjaga tradisi. Pegangan atas filosofi hidupnya kuat. Meskipun digempur oleh arus globalisasi dan industrialisasi. Perihal cara makan adalah tradisi yang terbilang sederhana, dibandingkan tradisi atau kebudayaan lain yang lebih luas.

Di Jepang misalkan, mulai dari busana, tata cara berkenalan dengan orang, menjamu, sampai musik benar-benar diatur sedemikian rupa. Sering kita melihat tradisi menundukkan kepala ketika bertemu orang dalam berbagai kesempatan, sebuah tradisi untuk menghormati orang lain. Bahkan karya musiknya, hampir selalu perpaduan antara alat musik modern barat dengan tradisional jepang. Sehingga menciptakan ciri khas tersendiri.

Negara dengan kultur semacam itu akan susah digempur oleh pengaruh asing, bahkan bisa menjadi trend baru. Di Indonesia, dikotomi antara keduanya begitu kuat. Karena menyadari ternyata kita sudah lama meninggalkan budaya sendiri, sampai dibuat berbagai program yang dilabel “jadul”.

Seminggu sekali setidaknya guru atau siswa ke sekolah dengan pakaian jadul. Di Jawa timur dan tengah, busana jadul dilekatkan dengan blangkon, kemben, beskap, jarik, dll. Menamai jadul itu berarti sama halnya membuat garis antar generasi. Jepang tidak mungkin menyebut kimono sebagai pakaian jadul. Kimono adalah busana khas Jepang, sampai kapanpun.

Termasuk ketika mereka masih makan pakai sumpit. Meski makan sumpit sudah dilakukan sejak ratusan tahun silam, namun itu bukan sesuatu yang jadul. Tradisi menguatkan dan membentuk identitasnya sampai kapanpun.

Kita, karena habis-habisan digempur oleh trend barat, sehingga yang senyatanya milik kita dianggap jadul. Kita yang digempur trend membuat tradisi itu berubah. Cara berpakaian, sampai cara berperilaku.

Tapi jangan khawatir, menurut Radar Panca Dahana, budaya itu bukan produk. Budaya itu nilai. Melestarikan budaya tidak mesti membuat kita harus menggunakan blangkon, beskap, dsb. Tapi bagaimana menggali kembali nilai etik dan filosofi hidup kita.

Karena sebuah negara, apalagi Indonesia, dibangun oleh itu. []

Blitar, 24 Januari 2017
A Fahrizal Aziz

No comments:

Pages