ISI PIDATO MILAD IMM YANG PERTAMA - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Siapakah Paslon Pilgub Jatim Pilihan Anda?

Monday, April 10, 2017

ISI PIDATO MILAD IMM YANG PERTAMA



ISI PIDATO MILAD IMM YANG PERTAMA


Ini adalah Pidato Ketua Umum DPP IMM yang pertama Immawan Djazman al Kindi pada Milad ke-1 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah 14 Maret 1965. Isi Pidatonya itu adalah sebagai berikut; 

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
 
Kita panjatkan syukur kepada Allah swt telah melimpahkan karunia dan kekuatan kepada kita semua sehingga berkumpul di majelis yang mulia ini. Shalawat kepada nabi Muhammad SAW yang membimbing kita semua di dunia ini hingga menemukan kebenaran akan makna hidup.

Dari konsep Islam, terlebih dahulu perlu saya ungkapkan konsep Ulil Albab. Istilah Ulil Albab di dalam Al Qur’an terdapat pada beberapa ayat. Salah satu ayat tertera pada Ayat ke 190-191 Surat Al Ali Imron. “Sesungguhnya, dalam (proses) penciptaan langit dan bumi, dan (proses) pergantian malam dan siang, adalah tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi ulil albab (orang-orang yang berfikir [menggunakan intelek mereka]). Yaitu orang-orang yang berzikir (berlatih diri dalam mencapai tingkat kesadaran akan kekuasaan Allah) dalam keadaan berdiri, duduk, dan dalam keadaan terlentang, dan senantiasa berfikir tentang (proses) penciptaan langit dan bumi, (sehingga mereka menyatakan) wahai Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan semua ini dalam keadaan sia-sia. Maha suci Engkau, peliharalah kami dari siksa api neraka” (QS 3: 190-191)

Dalam ayat Ali Imron 190-191, dinyatakan adanya aspek hasil pengamatan realitas (tanda-tanda alam), dan aspek hasil interpretasi intrinsik (proses) sebagai hasil proses fikir dan zikir. Di dalam konsep ini, kata ulil albab sebagai padanan arti Intelektual berarti ada kesinambungan antara kemampuan berfikir, merenung dan membangun teori ilmiah dari realitas alam yang empiris dengan metode induktif dan deduktifnya namun sekaligus mampu mempertajam analisisnya dengan mengasah hati dan rasa melalui berzikir.

Wahai Saudaraku…

Pada awal berdirinya partai Masyumi, Muhammadiyah dan NU bersama hampir semua gerakan Islam seperti Persis, PUI, Sarekat Islam Indonesis, Al Wasliyah, Al Irsyad, dan banyak lainnya, adalah merupakan basis sosial partai Islam Masyumi. Sebelum pemilu pertama 1955, NU keluar dari Masyumi dan mendeklarasikan diri sebagai partai sedangkan Muhammadiyah tetap berada dalam Masyumi hingga beberapa saat sebelum partai masyumi membubarkan diri.

Keterlibatan kedua organisasi ini, tentu banyak membawa pengaruh pada hubungannya dan dinamika politik pada tahun-tahun mendatang. 

Semoga Allah memberi ampunan bagi seluruh umat Islam. Kepada saudaraku kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang sangat mulya, ulama dan kaum awam, kita telah dikungkung oleh berbagai penderaan fitnah yang dilakukan pihak lain terhadap umat Islam. Penyebabnya tiada lain ialah karena kaum intelektual, mahasiswa, aktivis pergerakan dan bahkan pemimpin negeri ini tercoreng dalam kubangan adu domba para pihak luar sehingga sekarang seperti berada dalam Negara yang tidak merdeka sama sekali. Padahal Allah telah berfirman bahwa “sesunggunya semua orang mukmin itu saudara, maka perbaikilah persaudaraan di antara kaum sekalian.”

Kita harus hidup seribu zaman lagi, tampuk pimpinan umat ada di kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Bagaimana mungkin kita bisa menjadi penguasa dunia, kalau antar umat bersaudara menganggap yang lain sebagai musuh dan tidak mau perbaiki citra Islam itu sendiri. Nabi berkata dalam sabda: “Janganlah kamu saling mendengki, janganlah kamu saling membuat jauhnya pihak lain, janganlah kamu saling berebut, dan jadilah kamu sekalian hamba Allah yang saling bersaudara.” Namun umat sekarang saling mendengki, marah dan saling menghujat satu sama lain.

Wahai Saudaraku…

Ketahuilah Saudara! Janganlah kalian melakukan tindakan yang menyebabkan perpisahan, perpecahanm perselisihan dan perdebatan antar sesama. Hal yang demikian ini adalah suatu kesalahan yang amat berbahaya dan sebuah dosa besar yang akan menghancurkan kesatuan umat, menutup pintu kebaikan dan kejayaan umat. Tuhan melarang hamba-Nya kaum mukminin berbuat perselisihan dan Tuhan selalu memberi nasehat betapa buruk akibat perselisihan dan yang akan menimbulkan berbagai peristiwa dan kejadian yang menyedihkan. Allah berfirman: “Dan sekali-kali engkau sekalian jangan berselisih, sebab perselisihan itu akan menimbulkan kerapuhan dan menghilangkan kewibawaan.”

Wahai Saudaraku…

Kita semua mengerti bahwa keberuntungan dan kejayaan kita tergantung pada rasa saling tolong-menolong, persatuan dan ikhlas. Akankah kita sengaja tetap dalam perpisahan, tega dalam perpecahan dan tetap dalam ucapan-ucapan yang tidak baik penuh sakwasangka. 

Sesungguhnya agama kita hanyalah satu yaitu Islam, kita hidup diatas tanah air bumi pertiwi Indonesia, sudah layaknya kita sebagai muslim menghidupkan Islam hingga 1000 zaman. Demi Allah, sungguh perpecahan dan tega dalam perselisihan, saling mendengki dalam bangsa ini karena sebab akibat sebuah ideology. Hal ini sudah harus diakhiri karena berakibat pada kerugian besar dalam kehidupan masyarakat dan tetap memelihara Pancasila sebagai ideology Negara dan bangsa sehingga terjaminnya persatuan kesatuan umat.. 

Wahai kaum merah sejati, kaum muslimin! Semoga rasa takut yang kita miliki kepada Allah menjadi kekuatan doktrin iman dan ketaqwaan maupun ideology kita. Sehingga dapat memisahkan mana yang benar dan salah. Mari saling tolong-menolong dalam masalah kebaikan dan takwa kepada Allah, sekali-kali jangan saling tolong-menolong dalam salah dosa dan permusuhan. Jangalah engkau seperti orang yang berkata “aku sudah mendengar” padahal ia sebenarnya tidak mendengar. Semoga keselamatan akan tetap menyertai kita dari awal sampai akhir.

Sekian pidato iftitah ini saya sampaikan semoga atas berkat rahmat Tuhan dalam menjalankan acara ulang tahun ini selalu dilimpahkannya sehingga meraih kesuksesan. Amin

Billahi Fisabilillhaq Fastabiqul Khaerat
Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Immawan Djazman al Kindi
Ketua Umum

_____________________


Sumber Pustaka: Rusdianto, Immawan Bung Karno; Novel Gerakan Kaum Merah dan Tanwir Perubahan, Penerbit Global Base Review (GBR) Jakarta
____________________________
Khabib. M. Ajiwidodo
(Pendiri IMM Blitar)


No comments:

Pages