PUISI INDAH UNTUK NASYI'AH - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Siapakah Paslon Pilgub Jatim Pilihan Anda?

Monday, April 10, 2017

PUISI INDAH UNTUK NASYI'AH



PUISI INDAH UNTUK NASYI'AH


Srengenge-Online. Nasyi'atul 'Aisyiyah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah bisa menjadi sumber inspirasi. Setidaknya itulah yang tercermin dari sebuah puisi karya Mustakim. Dalam puisinya yang berjudul "Nasyi'ah Berseri", ketua LSBO Muhammadiyah Kota Blitar menggoreskan penanya dengan mengambil Nasyi'ah sebagai "nyawa" dalam karyanya.

Kepada redaksi Srengenge.id, Mustakim yang juga sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Blitar menyampaikan aktifitas Nasyi'ah cukup menarik untuk diangkat dalam karya sastra. Perannya dalam pengembangan dakwah Muhammadiyah khususnya di kalangan pemudi muslim perlu diapresiasi.

Ketika redaksi srengenge.id menanyakan seberapa besar peran Nasyi'ah dalam pengembangan dakwah Muhammadiyah, Mustakim yang juga mantan ketua PD. IRM Kabupaten/Kota Blitar periode 2000-2002 itu menjawab dengan diplomatis "Muhammadiyah telah membangun rumah yang besar dan kuat, Nasyi'ah berkontribusi melengkapinya dengan taman yang indah dan memikat".

Berikut ini puisi karyanya :
NASYI'AH BERSERI

Diantara riang nyanyian
Mars Nasyi'ah menggelorakan perjuangan
Wajah-wajahnya yang berseri
Cerminan jalan dakwah yang suci

Simbol padi yang menempel di dada
Hiasan hati pada jiwa merdeka
Subur tertanam menjadi naluri
Anggun mempesona menjaga nilai diri

Putri-putri Nasyi'ah terus bertumbuh
Pada bunga-bunga agar tak rapuh
Warna indah yang berdiri tangguh
Hadapi rintangan pantang mengeluh

Mekar kelopaknya begitu menggoda
Memanggil jiwa-jiwa bersuci diri
Getarkan hati berdzikir di dada
Menghamba penuh di jalan Ilahi

Nasyi'ah putri 'Aisyiyah
Bibit elok di kebun Muhammadiyah
Harum aromanya menebar di medan dakwah
Indah mewarnai tiada bersudah.

(mustakim 2017)

Sangat jelas dalam puisi di atas, "ruh" yang dibangun dalam karyanya tersebut, Mustakim sebagai pencipta puisi menempatkan Nasyi'atul 'Aisyiyah sebagai "pesona berdakwah". Hal ini tentu menjadi "pujian" sekaligus "tantangan" bagi aktifis Nasyi'ah untuk mewujudkan. (Red.S)

No comments:

Pages