Mbah Dahlan Asy'ari - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Siapakah Paslon Pilgub Jatim Pilihan Anda?

Sunday, August 13, 2017

Mbah Dahlan Asy'ari




Dialah Mbah Dahlan Asy'ari seorang alim berpandangan luas tentang agama dan keumatan. Nama beliau diukir indah bersamaan dengan berkembangnya organisasi yang didirikan yaitu MuhammadiNU (Muhammadiyah dan NU).


Sejarah menerangkan bahwa Mbah Dahlan Asy'ari (Mbah Ahmad Dahlan dan Mbah Hasyim Asy'ari) adalah sama-sama keturunan Syekh Maulana 'Ainul Yaqin (Sunan Giri), yang apabila ditarik ke atas, nasabnya sampai kepada Rasulullah Muhammad SAW.



Ketika keduanya lahir, oleh Bapa Buyung mereka diberi nama depan yang sama yaitu Muhammad. Nama kecil Mbah Dahlan adalah Muhammad Darwis, sedangkan nama kecil Mbah Hasyim Asy'ari adalah adalah Muhammad Hasyim.

Keduanya pernah berguru kepada ulama besar yang sama, yaitu Kepada KH. Saleh Darat al-Samarangi, Syekh Mahfud al-Tarmasy dan juga kepada Syekh Ahmad Khatib Minangkabawi.

Dikala kegelisahan tentang kemanusiaan semakin menguat, Mbah Dahlan mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah yang berlambang Srengenge (matahari), kemudian Mbah Hasyim turut mendirikan Nahdlatul Ulama yang berlambang bumi dan bintang 9 (lintang songo).

Ruh/ Semangat pergerakan Persyarikatan Muhammadiyah adalah QS. Ali Imron ayat 104 " "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." Sedangkan Nahdlatul Ulama menggunakan semangat QS. Ali Imron 103 " Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya agar kamu mendapat petunjuk”. Dan Mbah Hasyim menyetujui berdirinya Nahdlatul Ulama tidak lama setelah Mbah Dahlan wafat. 

Apakah suatu kebetulan ? ... 

(Red.S)

posted from Bloggeroid

No comments:

Pages