Soal Madin, Harusnya Tanya Menteri Agama - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Siapakah Paslon Pilgub Jatim Pilihan Anda?

Monday, August 14, 2017

Soal Madin, Harusnya Tanya Menteri Agama

(Mendikbud)

Srengenge - Selepas aksi demo menolak Full Day School (FDS), Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy membuat sebuah tulisan klarifikasi berjudul "Saya tidak membuat program FDS", yang salah satunya diposting di website Suara Muhammadiyah.

Dalam tulisan tersebut, mantan rektor UMM tersebut sekaligus meluruskan istilah FDS yang sebenarnya bukan program yang ia canangkan, program yang ia canangkan adalah PPK (Penguatan Pendidikan Karakter).

"Saya tegaskan, Kemendikbud tidak ada rencana membuat program FDS atau Full Day School; yang ada adalah program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)," tulisnya.

Lebih lanjut, Menteri kelahiran Madiun tersebut juga menjelaskan perihal Madrasah Diniyah (Madin). Selama ini Mendikbud selalu disangka hendak mematikan Madin, bahkan situs NU Online pernah menerbitkan tulisan yang menyebut bahwa Presiden Jokowi dan Menteri Muhadjir bisa dicap sebagai "pembunuh Madin" jika kebijakan tersebut terus dilanjutkan.

"Perlu diketahui, penyusunan PP No 19 th 2017 dan permendikbud No 23 th 2017 sejak awal melibatkan kementerian-kementerian terkait. Termasuk Kementerian Agama (Kemenag). Dalam hal pelaksanaan kerjasama Sekolah dengan Madin, Kemendikbud hampir sepenuhnya mengikuti saran dan usulan dari Kemenag. Kemendikbud memang banyak berharap sosialisasi dan klarifikasi atau tabayyun ke organisasi dan lembaga pengelola Madin seperti NU, Muhammadiyah, dll. dilakukan oleh Kemenag, sebagai pembina dan penanggung jawab bidang itu," jelas Muhadjir dalam tulisan tersebut.

Catatan Redaksi

Melihat penjelasan tersebut, tentu sebaiknya NU, yang merasa khawatir Madin-nya akan mati, mengklarifikasi dulu dengan Kementeri Agama selaku pembina Madin. Apalagi Menteri Agama saat ini adalah warga NU juga.

Terlebih, Kebijakan Pendidikan di Indonesia saat ini juga tidak berada pada satu pintu Kementrian saja. Sangkaan dan serangan opini terhadap Kementrian Pendidikan, terkhusus Menteri Muhadjir Effendy tentu sangat berlebihan. [Red.s]


No comments:

Pages