Memahami Setya Novanto Sebagai Seorang Manusia - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Siapakah Paslon Pilgub Jatim Pilihan Anda?

Friday, November 17, 2017

Memahami Setya Novanto Sebagai Seorang Manusia



Oleh: Bayu Saputra*

Berangkat dari kisah tiang listrik yang di tabrak oleh ketua DPR RI yang akhir-akhir ini menjadi ramai di perbincangkan baik dikalangan borjuis maupun proletar, media pun tak henti-hentinya memberitakan kisah malang tiang listrik yang dianggap menjadi korban dari kesaktian Ketua DPR RI tersebut.

Hal lain yang sebelumnya dilakukan oleh Ketua DPR RI adalah secara tiba-tiba sakit dengan terpasang alat medis yang tanpa disadari menuai banyak kejanggalan dari masyarakat luas yang menyimak berita tersebut, banyak orang beranggapan bahwa kedua kejadian itu memang sengaja dibuat untuk menghindari pemanggilan oleh KPK dari dugaan kasus korupsi e-KTP yang menjerat ketua DPR RI Setya Novanto itu.

Terlepas dari kedua kejadian itu ada hal lain yang tampak menarik untuk dibahas adalah memahami Setya Novanto sebagai seorang manusia, Karl Marx menunjukan perbedaan antara manusia dengan binatang tentang kebutuhannya.

Binatang langsung menyatu dengan kegiatan hidupnya, sedangkan manusia membuat kerja hidupnya menjadi objek kehendak dan kesadarannya.

Dari sini kita bisa berfikir bahwa sebagai seorang manusia Setya Novanto melakukan tindakan tersebut dimungkinkan adanya kehendak dan sebuah kesadaran yang dimiliki oleh seorang manusia, baik  tindakan korupsi dana e-KTP yang sampai saat ini belum kelar kasusnya itu, dan juga kedua tindakan irrasional yang telah dilakukanya.

Didalam ilmu filsafat Karl Marx juga mengatakan bahwa manusia dalam bekerja secara universal, dikarenakan ia dapat memakai beberapa cara untuk tujuan yang sama.

Menariknya dalam kejadian awal sebelum tabrak tiang listrik terjadi Setya Novanto pernah mendadak sakit yang kemudian sakit yang diderita tersebut merupakan cara yang berhasil digunakan dalam memperlambat proses penyelesaian kasus korupsi e-KTP, setelah Setya Novanto dinyatakan sembuh dan KPK mencoba memanggil kembali untuk di hadirkan di persidangan namun Setya Novanto tidak mengindahkan panggilan KPK tersebut dan tiba-tiba terdengar kabar yang mendadak viral terkait kecelakaan mobil Setya Novanto yang menabrak tiang listrik, berangkat dari teori Marx diatas dalam melihat kejadian ini maka secara tidak langsung orang akan berfikir bahwa yang dilakukan oleh Setya Novanto tersebut adalah salah satu bentuk dari upaya untuk memperlambat penyelesaian kasus e-KTP, sayangnya motif yang digunakan untuk mencapai tujuanya tersebut hampir sama yakni sakit, namun menggunakan cara yang sedikit berbeda.

Banyak yang akan menanti akhir kisah dari Ketua DPR RI yang diduga terjerat kasus e-KTP tersebut, kembali hukum di negara kita di tantang oleh masyarakat agar mampu terlihat tegak terhadap semua yang mencoba melanggarnya, dan juga sebagai penegak hukum manusia harus mampu bersikap adil terhadap semua orang yang melanggar, jangan sampai semua masyarakat dikecewakan oleh hasil dari penyelesaian kasus e-KTP tersebut, sebagaimana dikatakan oleh Paulo Freire bahwa tindakan dan kesadaran manusia bersifat historis, sekarang berhubungan masa lalu dan berhubungan dengan masa depan.

Agar hukum di negara kita tetap terjaga oleh masyarakatnya maka penegak hukum harus mampu menjaga kepercayaan dari seluruh masyarakat.

(Bojonegoro, 17 November 2017)
____________________
*Bayu Saputra

Seorang Aktivis Mahasiswa, saat ini menjabat sebagai Bendahara DPD IMM Jawa Timur

No comments:

Pages