Cita-cita Menjadi Youtuber - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Friday, April 27, 2018

Cita-cita Menjadi Youtuber


Oleh A Fahrizal Aziz


Ada yang memilih resign sebagai pegawai bank, demi fokus menjadi youtuber. Padahal menjadi pegawai bank adalah dambaan banyak orang, sebab gajinya cukup tinggi, dan kerjanya selalu rapi.


Lalu apa yang ditawarkan youtube, sehingga ia lebih memilih sebagai youtuber? Mungkin banyak orang bertanya-tanya.


Youtube adalah situs berbagi video, yang mengundang siapapun menjadi kreator, lalu mengunggahnya, dan kemudian dilihat banyak orang.


Lalu dapat uang darimana?


Untuk menarik lebih banyak kreator, youtube yang juga satu payung dengan google, menawarkan pendapatan dengan cara monetize video. Jadi, setiap video yang diunggah, akan diselipkan iklan, dan dari iklan-iklan tersebut kreator mendapatkan penghasilan.


Bagaimana syaratnya? dulu cukup mudah, tinggal membuat akun youtube lalu mencari fitur monetize, lalu mengaktifkannya. Sekarang ada syarat-syaratnya, seperti subcriber/pelanggan minimal 1.000, view dalam setahun min 10.000 dengan durasi ditonton 4.000 jam.


Jadi tidak bisa langsung, harus melalui tahap-tahap, dan harus telaten. Tidak sekali bikin akun youtube lalu bisa langsung dimonetize.


Video yang diunggah pun harus orisinil, tidak boleh dari video yang sudah ada. Kalaupun membuat potongan-potongan video dari yang sudah ada, jangan sampai lebih dari 30 detik.


Jadi, misal ada 10 video yang ingin digabungkan, masing-masing harus dipotong kurang dari 30 detik, lalu digabungkan.


Begitupun dengan pemilihan lagu pengiring. Youtube menawarkan beberapa lagu yang bisa digunakan backsong, ketika kita sedang mengedit video. Lagu-lagu yang ditawarkan youtube tidak akan melanggar hak cipta. Beda halnya ketika menggunakan lagu dari penyanyi terkenal, biasanya akan langsung terdeteksi hak ciptanya.


Lalu berapa hitungan penghasilannya? Penghasilan dihitung dari jumlah penonton, berapa iklan yang muncul dan barangkali di klik oleh penonton. Sebab ada iklan yang bentuknya video beberapa detik, ada juga yang hanya flyer atau berupa link.


Youtube pun kadang mempertimbangkan durasi. Misalkan durasi video 3 menit. Apakah pengunjung menonton selama 3 menit utuh, atau hanya beberapa detik saja? Itu mempengaruhi, sebab kadang kala iklan tayang di menit pertengahan dari total durasi.


Memang tidak bisa dipastikan, sebab kadangkala pihak google memberi catatan tertentu, yang membuat pendapatan turun. Tetapi bisa kita kira-kira, kita ambil saja kemungkinan terburuk.


Misal penonton me-klik atau menonton utuh iklan di video kita, anggap saja kita mendapatkan 50 rupiah/view. Terlalu kecil ya?


Tapi bagaimana misalkan yang menonton video kita 10.000 orang, sementara ada 10% yang sekaligus mengakses iklan kita. Tinggal dikali 50x1000, dapatnya Rp 50.000. Masih kecil?


Lalu bagaimana jika yang me-klik iklan ada 10.000 dari total penonton 100.000? Hasilnya sudah 500.000.


Sekarang mari kita lihat viewer/penonton rata-rata youtuber kondang Indonesia, total pasti di atas 1 juta penonton. Atau penonton video klip musik, yang bahkan di atas 50 juta. Video klip "Surat cinta untuk starla" ditonton lebih dari 180 juta.


Dengan jumlah segitu, tentu sudah besar sekali hitungannya. Korporasi-korporasi besar pun juga mulai mempertimbangkan untuk beriklan lewat youtube daripada televisi. Pasang iklan di televisi, apalagi pada jam primetime antara 18.00-20.00 pun juga mahal, berapa menit saja sudah ratusan juta.


Jadi misal dalam sebulan saja total video kita dikunjungi 1 juta orang, dan perkirakan saja ada 100.000 pengakses iklan, paling tidak sudah mendapatkan "gaji" 5 jutaan. Jumlah tersebut bisa bertambah atau berkurang.


Uniknya, para kreator video di youtube, rata-rata didominasi anak-anak muda. Bahkan banyak youtuber yang masih pelajar, namun sudah menjadi jutawan. Keahliannya meracik konten dan editing video, membuat channel youtubenya dibanjiri penonton.


Karenanya, banyak anak-anak muda yang bercita-cita menjadi youtuber. Kursus IT makin laris, kuliah jurusan komunikasi visual juga kian bergengsi. Sebelum youtube, sebenarnya sudah ada blogger, yang juga menghasilkan uang. Hanya kurang dikenal. Lebih terkenal vlogger, sebutan untuk kreator video log.


Selamat datang di era yang serba terbuka, dimana kreatifitas benar-benar dihargai. []


Blitar, 26 April 2018


No comments:

Pages