Matriarki - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Monday, July 16, 2018

Matriarki



Oleh : Rifki Rahman Taufik*

Sebaiknya setiap laki-laki lemah mengubah kelaminnya jadi perempuan saja. Perempuan boleh mewek, mereka bisa mengenakan baju-baju yang bagus, & mereka adalah yang pertama diselamatkan ketika kapal karam. Bukankah itu keuntungan yang tidak adil yang di miliki perempuan atas laki-laki. Bias-gender toh.

Lihatlah, setiap perempuan itu, jika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan cerdas, maka mereka bisa mendapatkannya dengan cara bodoh. Misalnya, mereka selalu menggunakan air matanya sebagai pembenaran. Setiap kali mereka bersalah (memang mereka salah), mereka langsung mewek, & sesaat kemudian mereka menjadi benar. (Ini salah satu senjata ampuh perempuan, untuk melakukan kekerasan dalam pacaran).

Dan bukankah juga, seringkali kita menemui banyak laki-laki pintar dengan perempuan Go-bloc, tapi kita akan kesulitan bila mencari seorang perempuan pintar dengan laki-laki yang dungu. Itu karena perempuan tak ingin mendengarkan apa yang laki-laki pikirkan. Perempuan cuma mau mendengar apa yang mereka pikirkan__dengan suara yang lebih dalam. Itulah kenapa seorang perempuan dapat mengatakan lebih banyak dalam sebuah desah, daripada laki-laki dalam sebuah ceramah. Jadi seperti biasa, terdapat seorang wanita hebat di balik setiap idiot.

Tetapi laki-laki (patriarki) sedikit beruntung daripada perempuan (matriarki). Contoh kongkritnya, seorang suami hanya khawatir kepada beberapa laki-laki lain; sedangkan seorang istri tidak mempercayai seluruh spesiesnya.

Dan masih ada lagi senjata rahasia yang harus di miliki laki-laki yang tak ingin ganti kelamin. Yakni, Sesengguhnya perempuan itu menyukai laki-laki pendiam. Karena bagi mereka, laki-laki pendiam itu kesannya Dewasa, dan mereka juga berpikir bahwa diamnya laki-laki itu sedang mendengarkan. Bahkan bagi mereka mendengarkan itu berarti mereka di menggerti. Sedangkan bagi mereka laki-laki pengertian itu Dewasa. Mereka sangat percaya laki-laki Dewasa.

Jadi selamat belajar jadi pendiam.
____________________________________
Penulis:


No comments:

Pages