Pemuda Hari-Hari Ini - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Thursday, July 26, 2018

Pemuda Hari-Hari Ini


Gambar Diambil Dari Google

Oleh: Rifqi Rahmad Taufiq

Apakah yang anda ketahui tentang generasi muda sekarang? Apakah idiologi yang dicita-citakan oleh mereka? Apakah target-terget yang ingin mereka wujudkan? Apakah yang sedang mereka lakukan hari-hari ini? Yang bisa jawab pertanyaan itu pasti dapat sepeda.

Kita sering membaca atau mendengar dalam buku-buku, artikel-artikel, jurnal-jurnal atau dari kuliah-kuliah, khotbah-khotbah, ceramah-ceramah, bahwa; pemuda adalah tumpuhan harapan bangsa, pemuda adalah pemimpin masa depan, pemuda ialah aset, sumber kekuatan & kebangkitan bangsa. Tetapi kenyataannya pemuda hari-hari ini banyak curhat kesana-kemari. Dan curhat itu adalah kebiasaan orang-orang yang kurang sabar atau tidak berkepribadian.

Lalu kenapa mereka senang curhat? Karena menurut mereka, diri mereka sedang (kalau tidak selalu) bernasip jelek. Benarkah pemuda hari-hari ini bernasip sial atau jangan-jangan itu hanya perasaan mereka sendiri. Memang negara kita hari-hari ini sedang surplus utang, daya beli menurun, listrik naik, BBM naik, dolar melambung kayak balon di udara.

Tetapi mari kita hadapakan para pemuda hari-hari ini dengan sejarah kepemudaan, menyeret mereka untuk melihat sejarah kepemudaan jaman dulu (tepatnya tujuh belas tahun sebelum proklamasi 1945). Sungguh Para pemuda itulah yang telah mengangkat sumpah bertanah air, berbangsa & berbahasa satu. Sehingga mewujudkan negara-bangsa indonesia yang kita cintai ini, & mereka juga adalah para pemuda yang hidup nyata-nyata dalam penderitaan penjajahan fiodalisme & kapitalisme Belanda. Tetapi mereka tetap survive dengan cita-cita dari idiologi mereka.

Pertanyaannya jika para pemuda yang hidup nyesek dadanya, dalam himpitan fiodalisme dan kapitalisme saja mampu survive dan banyak berkorban dalam mewujudkan cita-cita untuk menjadi satu bangsa, bahasa dan tanah air. Lalu kenapa para pemuda hari-hari ini buta dengan kondisi-situasi negara-bangsanya? Kenapa juga, para pemuda hari-hari ini mendiamkan pembangunan infastruktur yang mangkrak, dan bahkan cendrung mengamini utang negara yang baru-baru ini, terhitung hanya dalam tiga tahun (sejak 2014) sudah melojak. Maka dengan itu, bolehkah saya mencurigai bahwa para pemuda hari-hari ini, tidak punya cita-cita untuk meraih mimpi masa-depan yang sempurna.

Sejarah ada karena peristiwa. Setiap Peristiwa selalu saja berkesan. Di dalam kesan ada pesan. Maka melihat sejarah adalah mengambil pesan. Peristiwa kejatuhan Soeharto ternyata tidak serta-merta menjadikan proses Reformasi di indonesia berjalan lancar. Sudah 20 tahun reformasi bergulir, tapi perubahan mendasar belum terjadi. Di dalam panggung politik, memang terkesan berubah. Tetapi pesan reformasi seakan-akan semu belaka. Hanya sebatas pada teriakan: tegakkan hukum (tapi anak ibu saya jangan di adili), atau adili pelangar HAM (tapi di dalam kabinet ada mantan pelangar HAM), dan pokoknya 'kerja, kerja, kerja' saja tapi tidak mikir dulu.

Para pemuda hari-hari ini harus segera sadar dan bangun, karena mereka sekarang berada dalam situasi hyperreality of politics, yakni ruang yang dipenuhi oleh Hoax tersistemasi, kepalsuan citra (tampang domba, hati srigala), pemutarbalikan fakta dengan data, disinformasi. Pendek kata, era post-truth. Para pemuda hari ini sudah waktunya terjaga dari berbagai pengaruh negatif elite yang semestinya di-reformasi itu justru malah teriak; hidup reformasi, mereka yang terlibat KKN malah berteriak; berantas KKN, mereka yang terlibat kasus kekerasan HAM, malah jadi orang yang ikut mengatur negeri ini. Mereka yang tidak mengerti untuk siapa idiologi negara itu, malah jadi idiolog yang di gaji negara.

Maka semoga saja para generasi muda hari ini lekas siuman dari berbagai pengaruh negatif itu, maka negara-bangsa ini akan selamat dari kepongahan para tersangka, sehingga secuil surga yang kita sebut "negeri" ini, akan dapat menatap masa depan yang lebih baik dan paripurna.

No comments:

follow

Pages