BJ Habibie : Bapaknya Prabowo itu Idola Saya - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Wednesday, August 15, 2018

BJ Habibie : Bapaknya Prabowo itu Idola Saya



Srengenge - Mantan Presiden B.J Habibie menjawab pertanyaan Andy F. Noya tentang sepak terjang Prabowo Subianto selama menjadi Pangkostrad, termasuk isu soal kudeta dirinya.

Hal itu diungkapkan dalam acara Kick Andy yang tayang pada Kamis, 21 September 2006 pukul 22.30, yang diposting ulang oleh akun youtube Bies S. Sandy.

Diantara Perwira yang lain, Prabowo memang nampak memiliki hubungan khusus dengan Presiden Soeharto, sebab posisinya sebagai menantu. Karenanya ia sering keluar masuk kantor Presiden.

Karena berbagai informasi, dan isu adanya kudeta yang hendak dilakukan Prabowo, tepat sehari setelah dilantik sebagai Presiden, B.J Habibie memberhentikan Prabowo sebagai Pangkostrad.



Merasa tidak terima, Prabowo pun menemui B.J Habibie di kantor Presiden dan mengatakan jika pemberhentian (baca : pemecatan) tersebut sama halnya menghina keluarga Soemitro.

"Saya katakan, bahwa bapaknya Prabowo itu idola saya. Dia seorang ekonom yang waktu itu sangat intelektual," ujar Habibie.

Prabowo adalah anak ketiga dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar.

Ayah Prabowo adalah seorang ekonom terkenal, pernah mejabat sebagai Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada era Presiden Soekarno, serta sebagai Menteri Negara Riset Indonesia pada era Presiden Soeharto.


foto : Soemitro Djojohadikusumo

Posisinya sebagai Menteri Negara Riset Indonesia itu kemudian digantikan oleh B.J Habibie pada 28 Maret 1978. Sehingga antara keduanya memiliki hubungan dekat.

Namun suasana politik kala itu membuat B.J Habibie harus bertindak tegas dengan memberhentikan putra tokoh idolanya itu, Prabowo Subianto, yang mejabat sebagai Pangkostrad dan kala itu memimpin prajurit cadangan cukup besar, sekitar 11.000 prajurit.

Keputusan itu dilakukan setelah berdiskusi dengan berbagai Perwira, dan B.J Habibie sendiri meyakini adanya upaya kudeta. Meski demikian, perancang pesawat N-250 tersebut menolak jika disebut menghina keluarga Soemitro, sebab Soemitro adalah idolanya sejak lama. (red.s)

No comments:

Pages