Kenapa Kita Mudah Lupa? - Srengenge Online

Breaking

loading...

Ketik tulisan yang anda cari disini

Friday, October 26, 2018

Kenapa Kita Mudah Lupa?

theshiftnews.com


SRENGENGE.IDPernahkah anda mudah sekali lupa pada suatu hal? Begitu pun sebaliknya, anda sulit melupakan sesuatu yang sebenarnya ingin dilupakan?

Banyak orang mengalami hal tersebut, pada kondisi tertentu itu sungguh mengganggu, namun ternyata lupa adalah suatu yang alamiah, dan sebenarnya sering terjadi.

Alfred Adler, pendiri Society for Individual Psychology, menempatkan kesadaran (consciousnese) sebagai salah satu dari tujuh prinsip dasar dalam psikologi individual.

Suatu tindakan yang tidak disadari, akan sulit diingat pada waktu yang lain. Begitupun sebaliknya. Hanya saja, kadang tidak bisa dipastikan kapan saat sadar atau tidak.

Kesadaran umumnya melibatkan emosi, hasrat, atau keinginan yang kuat. Misalkan, kenapa anak kecil yang pernah dibully, akan selalu mengingat perlakuan tersebut hingga tua? Mereka yang hidup pada zaman penjajahan misalkan, bisa menceritakan ulang berbagai peristiwa yang terjadi. Karena pada saat hal itu terjadi, emosinya benar-benar terlibat. Perasaan sedih, marah, takut, benci, dan semacamnya.

Dalam kasus lain, misalkan dalam pendidikan, mengapa mereka yang kursus bahasa asing dalam hitungan bulan bisa lebih mahir dari mereka yang sekolah selama belasan tahun? Ini karena ada keinginan atau hasrat yang kuat untuk belajar, dibanding mereka yang hanya melaluinya sebagai formalitas.

Setiap manusia sebenarnya dibekali kecakapan fisik yang sama, apalagi dalam hal mengingat sesuatu. Hanya masing-masing memiliki kehendak yang berbeda, berupa semangat, keingintahuan, hasrat, dan emosi yang berbeda.

Orang yang mudah lupa, biasanya mengalami suatu disorientasi, semangat dan kehendak yang lemah. Sehingga banyak peristiwa dia lalui tanpa kesadaran yang baik. Memang ada fase bahwa mudah lupa adalah bagian dari gangguan psikologis, selain mungkin karena faktor neurotik.

Secara alamiah orang memang mudah melupakan sesuatu yang hanya didengar, misalkan sering lupa nama orang, jalan, tempat, dan istilah-istilah lain. Orang lebih mudah mengingat apa yang pernah dilihat. Sering kita lupa nama orang yang wajahnya begitu familiar

Sementara, orang akan sulit melupakan hal-hal yang mereka rasakan. Disinilah sebenarnya titik kesadaran itu dibangun. Hal yang dirasakan selalu melibatkan emosi lebih dan selalu membekas diingatan, dibanding apa yang kita lihat dan dengar.

Sesuatu yang kita dengar dan lihat akan mudah kita ingat ketika beberapa kali melakukannya. Seperti, kita bisa mengingat dengan baik nama-nama orang yang hampir setiap hari kita sapa, mengingat jalan yang sering kita lalui, dan sebagainya.

Akan tetapi, ingatan seseorang juga bisa berkurang karena faktor regeneratif, seperti usia-usia pensiun. Sering disebut pikun atau demensia.

Mudah lupa pada usia muda, lebih karena kurangnya semangat, motivasi, hasrat yang kuat, dan kurang melibatkan emosi. Sehingga, seperti disebut Adler, bahwa hal terpenting bagi individu bukanlah pada apa yang telah dilakukannya, melainkan apa yang dikerjakannya dengan kesadaran. (Red.s)

No comments:

Pages